Rasanya bisnis Multi Level Marketing (MLM) bukan hal baru bagi kita. Sebagian di antara kita mungkin bahkan pernah menjalankannya. Ada yang sukses (selamat ya …
Saya sendiri korban MLM Money Game enimart yang berkedok bisnis MLM. itu karena nggak enak kepada kenalan atau temen yang menawarkannya (dengan sedikit memaksa
).
Sebenernya saya kurang tertarik pada bisnis MLM?
==>> Pertama, harga produk MLM biasanya ajubile mahalnya, bisa tiga-empat kali lipat dari produk sejenis yang dijual bebas di pasar. Mereka selalu mengatakan bahwa produk mereka luar biasa bagus, jauh lebih bagus dari semua produk yang sudah ada. Belum tentu yg nawarin enimart gabung pernah gunakan kartu enimart buat belanja… 

==>Ke dua, produk enimart hanya bisa dibeli melalui agen khusus enimart tersebut. Ini yang saya juga kurang suka. Ada unsur monopoli, atau lebih tepat mungkin eksklusivitas, yang membuat produk tersebut kurang transparan kepada konsumen.padahal produknya sih biasa aja, cuma kemasan iklan embe-embernya aja yg menjadikan produk enimart berkesan tidak biasa. Kalau suatu saat kita mendapati produk yang ternyata tidak sehebat yang diiklankannya, kemana kita bisa mengajukan complain?
==>>Ke tiga, ada unsur ‘eksploitasi’ dalam bisnis ini. Iming-iming yang selalu diberikan oleh perekrut anggota jaringan MLM adalah bahwa orang yang menjalankan bisnis MLM dan sudah menduduki jajaran top management (up line) akan bisa pensiun dalam usia muda, dan tinggal ongkang-ongkang menikmati uang yang terus mengalir masuk dari para down-linenya. Itulah sebabnya harga produk MLM menjadi sangat mahal, karena komisi untuk para up line yang bertingkat-tingkat itu semuanya dibebankan pada harga jual produk. Harga produknya sendiri mungkin hanya sekian persen dari harga jual.

==>> yang terakhir, orang yang pertama kali akan menjalankan bisnis Enimart diharuskan untuk membeli starter kit yang harganya tidak murah. Motivasi yang diberikan para up line adalah “Harus mau mengeluarkan modal untuk menjalankan bisnis. Investasi awal itu tidak ada artinya dibanding keuntungan berlipat-lipat yang akan diperoleh kemudian”. Bagi pihak MLM, kalaupun anggota baru tersebut akhirnya berhenti karena tidak berhasil merekrut down line baru dan menjual produk MLM, mereka toh sudah mendapatkan untung besar dari penjualan starter kit tersebut.
Dan yang paling -maaf- menyebalkan, orang yang sudah terjangkiti ‘virus’ Money game enimart jadi seperti pemeluk agama baru. Kemana-mana mereka berdakwah tentang enimart, mulai dari FB,sampe teman sekolah SD yang udah pulahan tahun nggak ketemu, menjejali siapa pun yang ditemuinya untuk mendengarkan doktrin-doktrin enimart, dan mendesak saudara serta teman-temannya untuk memakai produk enimart. Seolah-olah kalau tidak mengikuti enimart mereka sudah menjadi kafir …
. Perilaku seperti ini seringkali membuat orang jadi enggan bertemu dengan mereka, dan akhirnya malah membuat hubungan persaudaraan atau persahabatan menjadi terganggu 
Motivator-motivator Enimart memang luar biasa hebat, mungkin lebih hebat dari Mario Teguh
. Mereka sering mengadakan ‘seminar’ di berbagai kota, dihadiri ribuan anggota serta calon down line baru. Untuk memompakan doktrin Enimart bisa bikin sukses, mereka menjual rekaman kaset motivasi yang harus selalu didengarkan oleh para anggota,beriklan dengan photo-photo uplen yang gandengan sama mobil,dan terus mengejar prospek sampe nyerah. Masuk akal, karena saldo rekening bank para top manager itu bergantung pada keaktivan down line berperang di lini terbawah, memasarkan produk mereka ke konsumen. Dengan demikian garda depan ini harus terus dikobarkan semangatnya. “Ayo, maju teruuus ..! Selangkah lagi Anda akan menang. Jangan menyerah, kesuksesan ada di depan mata dan di ujung jari Anda!”. Umumnya mereka berpegang pada ‘kitab suci’ buku “Bussines School” karya Robert Kiyosaki.
Aduh, tulisan saya kok jadi nggak enak banget ya … 
Dengan segala permohonan maaf, itulah analisa saya tentang bisnis Money Game Enimart, yang terbentuk berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya terhadap teman-teman dan saudara yang pernah terlibat dalam bisnis ini. Sudah pasti saya bisa saja salah, namanya juga manusia (apologi … hehe …
).
Saya sempat membaca tulisan dampak buruk bisnis MLM , yang mendapat serangan gencar bertubi-tubi dari para pelaku bisnis ini. Wah, sempat keder juga, jangan-jangan posting saya ini bakal menuai bombardir serupa. Tapi biarlah. Niat saya semata-mata agar jangan ada korban dari Zombie enimart lagi seperti saya.
Saya sempat membaca tulisan dampak buruk bisnis MLM , yang mendapat serangan gencar bertubi-tubi dari para pelaku bisnis ini. Wah, sempat keder juga, jangan-jangan posting saya ini bakal menuai bombardir serupa. Tapi biarlah. Niat saya semata-mata agar jangan ada korban dari Zombie enimart lagi seperti saya.
